My Hidden Passion

MY HIDDEN PASSION

Hidden passion saya adalah membuat sebuah situs resmi tentang dunia kesehatan dan musik yang uptodate. Mengapa? Karena saat ini saya sedang menekuni bidang kedokteran dan musik (khususnya gitar). Saya ingin agar ilmu pengetahuan yang saya punya terbang, hinggap dan bersarang pada orang lain. Atau dengan kata lain saya ingin berbagi.

Mengapa saya ingin berbagi? Apakah saya sudah cukup mumpuni untuk berbagi? Saya terlalu percaya diri dan merasa lebih dibandingkan orang lain? SEKALI-KALI TIDAK. Saya hanya ingin berbagi.

Bagaimana saya dapat berbagi? Salah satunya adalah dengan teknologi, khususnya teknologi yang disuguhkan oleh Acer, yaitu Ultrabook Aspire P3. Berikut adalah hal-hal yang membuat dagu saya jatuh ke lantai saat melihat spesifikasinya. Check it out!

Design

SONY DSC

 

Desain dari Acer Aspire P3 sangat artistik dan futuristik. Bagian belakang dan samping terbuat dari lempeng aluminium, dengan sentuhan perak dan tepi-tepinya yang tumpul dan lembut. Aspire P3 berbentuk segi empat yang sangat proporsional dan fungsional. Memiliki berat 771 gram, Aspire P3 mengalahkan produk lain di kelasnya yang memiliki berat di atas 1 kg. Dengan ukuran 11.63 x 7.5 x 0.4 inchi, P3 sangat terlihat elegan dikombinasikan dengan beratnya tadi, dan yang pasti tidak membuat tangan kelelahan saat memegangnya dalam waktu yang lama. Di bagian belakang, sebelah ujung kiri, dilengkapi dengan kamera 5MP. Bagian atas memiliki dua ventilasi udara dan bagian bawah memiliki dua speaker. Sisi kiri memiliki port microUSB, port USB 3.0 full-sized, dan colokan listrik. Sisi kanan memiliki jack headphone, tombol power dan pengatur volume.

Display

 Acer_Aspire_P3-171_G03

Display P3 merupakan layar dengan lebar 11.6 inchi, layar sentuh dengan resolusi 1366 x 768 pixels, dan 1080p. Warna-warna yang dipancarkan dari displaynya sangat jelas dan detail. Ketika melihat adegan ledakan, warnanya akan sangat nyata seperti aslinya, penuh warna merah berapi-api dan oranye. Dan tidak tampak pixel (kotak-kotak) atau artefak saat adegan gelap. P3 juga memiliki sudut pandang yang lebar hingga 178 derajat.Layar sentuh 10-titik yang dimilikinya sangat responsif terhadap input yang diberikan. Sangat mudah membolak-balik layar Start, dan dapat melakukan zoom menggunakan dua jari dengan fitur dari Windows 8 dengan mudah. Membuat ‘dunia’ mudah ‘dikontrol’.

Audio

SONY DSC

Untuk ukuran sebuah tablet, ia adalah tablet super. P3 memiliki kemampuan audio di atas rata-rata. Lokasi speaker yang ada di bawah membuat penggunanya nyaman saat mendengarkan musik dan menonton film. Suara jernih, jelas, dan tidak berisik. P3 juga menggunakan Dolby home Theater v4.

Keyboard

SONY DSC

 

Termasuk di dalam Aspire P3 adalah keyboard sekaligus case sehingga menambah berat 589 gram. Namun, tetap masih nyaman dalam genggaman dan relatif ringan. Penting diperhatikan bahwa keyboard tidak menempel seperti keyboard dan layar sebuah laptop, ia terhubung menggunakan Bluetooth. P3 mampu menawarkan pengalaman mengetik yang menyenangkan karena tombol-tombol yang berukuran besar dan memiliki jarak satu dengan yang lainnya yang cukup renggang, sehingga memudahkan untuk melakukan pengetikan. Di atas keyboard terdapat tombol power, dua lampu cahaya, dan port microUSB untuk melakukan pengecasan.

Performance

Acer_Aspire_P3-171_G09

 

Disokong oleh tenaga generasi ketiga dari 1.5-GHz Intel Core i5-3339Y Processor, RAM 4 GB, dan SSD 120 GB, Aspire P3 melebihi nilai rata-rata dalam hal performance. Kalau booting komputerku butuh waktu 1 menit, P3 hanya butuh waktu 8 detik. Bayangkan! Dengan kecepatan seperti itu, ide-ide cemerlang dan kreatif dapat ditangkap dengan sigap olehnya, dari keadaan Shut Down hingga ide-ide ditorehkan. Kecepatannya dalam duplikasi file-file jangan diragukan lagi, mampu mencapai kecepatan 82.2 MBps file sebesar 5 GB. Kecepatan yang luar biasa dari sebuah tablet.

Graphics

P5032595-580-90

Intel Graphics HD 4000 sangat bagus untuk menonton film. Tidak akan kecewa kalau mau nonton di bioskop, tapi sudah terlambat. Kita dapat menyulap P3 menjadi bioskop di rumah. Grafiknya sangat optimum memanjakan mata kita. Untuk edit video dan foto, jangan disangsikan lagi. P3 dapat melakukannya dengan ‘ngebut’.

Cameras

Acer_Aspire_P3-171_G06

 

Kamera yang dimilikinya adalah kamera dengan 5 MP di bagian belakang yang sangat colorful dan detail. Sedangkan di bagian depan terdapat kamera 1 MP dengan tangkapan gambar yang sangat proporsional dan detail. Untuk saya yang jauh dari keluarga, P3 akan menjadi penyambung yang tepat.

Battery life

IMG_4730

 

Aspire P3 memiliki baterai 4-cell, 5280-mAh dan dapat bertahan hingga 6 jam. Untuk kegiatan yang butuh mobilitas tinggi tanpa sempat menemukan colokan listrik. Aspire P3 sungguh menjadi teman yang hebat. 

Software

aspire p3 start screen

 

Software yang diberikan di dalam Aspire P3 adalah AcerCloud, Netflix, Nero BackItUp 12 Essentials, Amazon, Cut the Rope, Merriam-Webster dictionary, iCookbook SE, dan Skype. Selain itu juga terdapat Microsoft Office, McAfee Internet Security Suite, and Norton Online Backup versi trial. Sangat cukup untuk tablet yang baru dan murah hati dalam memberi software-software tersebut.

Saya ingin berbagi kepada orang-orang Indonesia, paling tidak dengan ilmu kesehatan dan musik yang saya miliki. Hal tersebut dilatarbelakangi karena melihat teknologi penyajian informasi yang masih terbatas di negeri kita dalam banyak bidang, khususnya bidang yang saya tekuni, medis dan musik. Kebanyakan informasi disajikan dalam bahasa Inggris. Adapun yang berbahasa Indonesia, namun tidak cukup akurat untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Dan satu hal lagi, contoh-contoh yang diberikan dalam bahasa asing terkadang tidak kontekstual untuk kondisi negara Indonesia. Misalnya, untuk orang Indonesia diberikan edukasi kurangi makan daging biar tidak kena sakit jantung. Ya, menurut saya itu kurang tepat, karena orang kita jarang yang makan daging. Orang kita ya banyaknya makan nasi. Nasi tiga piring, tempe dua potong. So what? Bisa bikin sakit jantung? Tentu saja. Kalau saja dapat dijelaskan secara ilmiah namun sederhana, saya pikir orang kita bisa maju dalam cara pikirnya, bahwa nasi dapat menyebabkan sakit gula (Diabetes Melitus) sehingga risiko sakit jantung meningkat. Bangsa kita butuh pendekatan yang tepat sesuai konteks yang ada. Itu cuma satu contoh. Masih banyak yang lain lagi.

Kemudian, bidang satu lagi. Saya suka bermain gitar. Saya belajar gitar dari umur 16 tahun dari teman ‘nongkrong’. Saat berumur 18 tahun saya kenal komputer dan internet. Saya cari-cari pelajaran bermain gitar di internet, banyaknya keluar dalam bahasa asing dan saya lagi-lagi bingung. Lihat bahasa Indonesianya edisinya tidak lengkap dan sesuai kebutuhan. Itu akhirnya menuntut saya belajar bahasa Inggris dari komputer dan internet. Saya suka dengan YouTube karena di situ banyak cara belajar musik dari luar negeri. Saya berpikir bagaimana kalau apa yang baru saja saya pelajari dari YouTube, segera saya unggah ke YouTube dalam bahasa Indonesia. Mungkin banyak orang yang bisa belajar gitar dari saya yang tidak terlalu pintar ini. Saya hanya mau berbagi. Apa yang saya dapat tidak boleh tinggal berlama-lama.

Satu tahun sejak saya kenal internet, saya mulai coba-coba buat blog dengan nama medicmusic. Harap-harap mampu mewujudkan cita-cita saya. Saya masukkan ide-ide saya tentang apa yang baru saya pelajari. Dengan bermodal komputer dan warnet saya coba berbagi ke dunia yang lebih luas, yaitu dunia maya. Ternyata, apa yang saya lihat melebihi ekspektasi saya. Banyak orang bertanya kepada saya tentang apa yang saya post dan tak jarang terjadi interaksi, tanpa harus bertemu. Dan saya semakin sadar, tidak perlu pintar dan tahu segalanya untuk berbagi. Saya mulai menjawab dan bahkan sambil belajar tentang apa yang ditanyakan. Orang-orang berterima kasih dan saya puas karena diizinkan berbagi oleh mereka. Memang ada juga yang mengejek dan mencela, tapi tidak apa-apalah. Niat saya memang bukan untuk tampil hebat dan keren kok. JUST SHARING.

Ketika saya melihat teknologi saat ini, saya merasa ketinggalan zaman dengan komputer saya. Terlebih melihat apa yang disajikan oleh ASPIRE P3, saya merasa seperti pintu semakin lebar untuk berbagi pada Indonesia, setidaknya tentang hal yang saya tekuni. Dengan mobilitas dan kinerja tinggi, ASPIRE P3 seakan siap menjadi sahabat untuk berbagi. Saat melihat Vernon, asisten DJ Tiesto, dengan apik berselancar di layar ASPIRE P3, serasa dunia berada di ujung 10 jari, tanpa keyboard, mouse, dan CPU yang berat. Melakukan sliding berbagai aplikasi secara berurutan tanpa hambatan itu keren menurut saya. Mengecek email, mengetik, mengkopi gambar, skype, membuat presentasi PPT, bahkan menjadi DJ dengan sebuah layar canggih itu teramat sangat luar biasa. Saya dapat melakukan hal yang kubutuhkan di sana. ALL IN ONE.

Dengan ASPIRE P3, saya pikir akan mendapat tenaga ekstra untuk berbagi. Dengan kecanggihan yang tak diragukan, saya mungkin dapat menginstall software-software yang tak mampu bekerja di komputer saya. Merekam video dengan kejernihan setajam itu akan menambah semangat berbagi tersebut, ditambah dengan kemudahan manuver-manuver editing seperti yang dipamerkan oleh Vernon. Mungkin menambah kata-kata di dalam video menjadi hal yang mudah dilakukan. Memotong dan menggabungkan bagian-bagian video juga menjadi sekejap mata. Adobe Premiere dan After Effect mungkin akan menjadi sobat lama yang bertambah dekat dengan ASPIRE P3. Karya-karya tulis ilmiah kedokteran dapat disihir menjadi media digital yang menarik dan mudah dipahami. Tutorial-tutorial bermain gitar dapat merambah ke anak-anak muda dengan sentuhan menawan dan artistik, namun berbalut kesederhanaan.

Dengan ASPIRE P3, di mana saja, kapan saja, ide-ide tersebut dapat segera tertangkap dan dibuahkan ke dalam karya digital dalam dunia teknologi yang dapat dinikmati orang banyak.

tiesto acer ultrabook advertisement youtube vernon

Gambar. Tiesto feat. Vernon, setelah penyelamatan menggunakan Acer Aspire P3

ASPIRE P3, PERSEMBAHAN TERBAIK ILMU PENGETAHUAN BAGI DUNIA.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s