Teringat hal yang dulu pernah ditulis, “Mengapa ingin menjadi seorang dokter?”

Ini adalah tulisan sewaktu saya masih tingkat satu, dan sewaktu cari-cari file nemu deh ini tulisan. Jadi untuk berbagi sedikit kesaksian, saya post deh.

Suatu hari di awal masuk kuliah…….

Sebelum saya berbicara tentang apa-apa saja yang menjadi persiapan saya untuk menjadi seorang dokter, saya ingin memberitahukan sedikit mengapa saya menempuh pendidikan kedokteran sekarang. Sewaktu saya masih di bangku SMP saya berniat menjadi seorang insinyur. Banyak sekali hal yang saya lakukan salah satunya membongkar pasang alat elektronik sampai-sampai komputer jadi korban. Radio, televisi, antena, sampai walkman juga saya bongkar pasang. Namun semenjak SMA semua hal itu berubah seketika.

Di bangku SMA tepatnya kelas dua semua keingingan untuk menjadi insinyur atau teknisi itu hilang dari pikiranku. Apa yang membuat? Pertama, tentu saja dorongan keluarga. Kemudian ada satu lagi hal yang mengubah diriku yaitu teman-temanku yang ada di persekutuan dan juga tanteku. Aku di-sharingkan mengenai kondisi kesehatan yang ada sekarang dan ketika melihat hal itu aku merasa ngeri juga dengan kondisi yang ada. Oleh karena itu semenjak kelas XI SMA saya mendoakan hal ini, yaitu untuk menjadi seorang dokter yang bermisi dan bisa melayani.

Untuk itu persiapan-persiapan yang saya lakukan adalah sebagai berikut:

  1. Tentu saja berdoa. Karena tanpa ini, semuanya kurang berarti.
  2. Mempersiapkan diri, baik dari akademis, emosi, dan prilaku.
  3. Belajar dengan semangat dan terus melatih diri. Meskipun kemampuan saya tidak se-wonderful orang lain, tapi saya mau berjuang.
  4. Mempelajari satu hal yang sulit, yaitu memahami orang lain. Karena di bangku sekolah saya kurang dapat memahami kebutuhan orang lain. Melatih diri untuk berkomunikasi dengan orang lain dan membuang jauh-jauh sikap cuek dan cool.
  5. Mengatur waktu sebaik mungkin dengan bijak. Membuat dan memerinci setiap jadwal yang akan dilakukan. Membuang daftar-daftar pekerjaan yang kurang penting dan memprioritaskan yang terpenting.
  6. Menghemat uang dan menggunakannya dengan bijak. Membeli apa-apa yang penting saja.
  7. Dan yang terakhir adalah selalu tetapkan pikiran pada tujuanku. Kemudian tidak hanya mendaftarkan semuanya, tetapi yang terpenting melakukan itu semua.

Inilah persiapan-persiapan yang saya punya untuk menjadi seorang dokter. Ini gambaran umum dari persiapan-persiapan saya dan hal-hal yang lebih detil lagi pastinya akan muncul di kemudian hari dan berharap saya siap menghadapinya.

Dan sekarang baru berjalan 2 tahun namun ternyata hal-hal detil tersebut sudah dirasakan dan pastinya akan terus ditambahkan…

5 pemikiran pada “Teringat hal yang dulu pernah ditulis, “Mengapa ingin menjadi seorang dokter?”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s