Memori, memori, memori

Neurofisiologi Belajar dan Memori

Definisi

Belajar adalah suatu proses mengolah informasi yang diterima dengan suatu pola perilaku tertentu, sedangkan memori adalah hasil yang didapatkan dari proses belajar tersebut (tempat penyimpanan informasi tadi).1

Pembahasan

Kedua hal ini berhubungan erat di dalam membentuk suatu pola yang ada dalam otak manusia. Dan pola itu tersimpan dalam bentuk memori. Untuk itu akan pada lembaran ini akan dibahas mengenai mekanisme bagaimana memori itu dapat terbentuk dan jenis-jenis memori yang terbentuk itu. Pada proses belajar yang terjadi akan terdapat dua jenis memori yang akan terbentuk yaitu memori jangka pendek dan memori jangka panjang. Memori jangka panjang berasal dari memori jangka pendek yang mengalami konsolidasi.

Tabel 1. Perbandingan STM dan LTM2

Karakteristik Memory Jangka Pendek (STM) Memori Jangka Panjang (LTM)
Waktu penyimpanan informasi setelah mendapat informasi baru Singkat Lama, melalui konsolidasi akan mengubah memori jangka pendek menjadi jangka panjang; dengan melatih atau mendaur ulang informasi
Durasi Berlangsung dari detik – jam Dipertahankan dari hari – tahun
Kapasitas penyimpanan Terbatas Sangat besar
Mengingat kembali Cepat, namun harus pada selang waktu yang tidak terlalu lama Lambat, kecuali untuk memori yang sudah terbentuk dan kuat dapat cepat di recall
Ketidakmampuan mengingat kembali Dilupakan permanen Biasanya hanya informasi yang sebentar yang tidak dapat diingat dan relatif untuk memori yang stabil
Mekanisme penyimpanan Menyertakan modifikasi dalam selang waktu yang singkat oada pre-sinaps, dengan mengubah jumlah neurotransmiter yang dikeluarkan Menyertakan perubahan fungsional atau struktural yang relatif permanen di neuron-neuron. Mis, formasi sinaps yang baru, sintesis protein

Selain dari kedua jenis memori tadi ada dua jenis memori lain yang dikenal yaitu memori implisit (non-deklaratif) dan memori eksplisit (deklaratif). Kedua memori ini masuk ke dalam jenis STM.

Memori Eksplisit3

Pada penelitian yang dilakukan pada proses belajar, memori eksplisit dibentuk oleh kerjasama dari bagian-bagian otak yang ada pada bagian korteks serebral, yaitu prefrontal, sistem limbik, dan lobus parieto-oksipital-temporal. Kemudian informasi dikirim ke parahipocampus dan korteks perirhinal à korteks entorhinal à girus dentatus, hipocampus, subiculum dan kembali ke entorhinal, parahipocampus dan koteks perirhinal.

Dan memori yang terbentuk dapat hilang jika ada lesi yang terdapat pada bagian-bagian tadi. Lesi yang terparah apabila terjadi di parahipocampus, perirhinal, dan korteks entorhinal.

Hipocampus menjadi tempat dimana informasi diubah menjadi LTM. Setiap memori eksplisit dibentuk menurut empat hal berikut: encoding consolidation storage retrieval

Memori Implisit3

Jenis memori ini adalah memori yang mencakup skill dan kebiasaan. Kemudian pada memori eksplisit juga dipelajari mengenai kerja organ melalui mekanisme habituation dan sensitization. Berikut akan diberikan gambaran untuk keduanya.

1. Habituation2

Stimulus berulang diberikan kanal ion Ca2+ menutup pada presinaps penurunan influks ion Ca2+ penurunan jumlah neurotransmiter yang keluar penurunan potensial pada neuron eferen berkurangnya respon pada stimulus.

Mekanisme habituation ini merupakan mekanisme di mana ketika ambang rangsang semula diberikan akan menimbulkan suatu reaksi tertentu, akan tetapi ketika rangsang terus menerus dilakukan reaksi tertentu tadi berkurang intensitasnya meski dengan rangsang yang sama. (perumpamaannya, ada teman kita yang ribut sekali sehingga sewaktu pertama masuk ruangan itu kita sulit konsentrasi, namun setelah beberapa saat berada di dalam dengan kondisi yang sama yaitu ribut, kita semakin baik mentolerir hal tersebut. Ini berarti kita sudah terhabituasi).

2. Sensitization2

Stimulus kuat pengeluaran serotonin dari interneuron terfasilitasi peningkatan cAMP di presinaps penutupan kanal ion K+ di presinaps potensial aksi di presinaps dengan durasi lama kanal ion Ca+ lebih lama terbuka peningkatan  influks ion Ca2+ peningkatan jumlah neurotransmiter yang keluar peningkatan potensial pada neuron eferen meningkatnya respon pada stimulus.

Mekanisme terbentuknya LTM sbb:2
1. Glutamat dilepaskan dari presinaps dan berikatan dengan reseptor NMDA pada postsinaps, dan kanal ion Ca2+ terbuka.
2. Ion Ca2+ masuk ke dalam neuron postsinaps.
3. Ion Ca2+ mengaktifkan caraka kedua yang memisahkan dua jalur yaitu 4a dan 4b.
4a.  Meningkatkan kemampuan reseptor AMPA.
4b.  Melepaskan NO dari postsinaps.
5a.  Reseptor AMPA berikatan dengan glutamat.
5b.  NO melepaskan lebih banyak lagi glutamat.
6a.  Terbentuk formasi EPSP yang menguatkan sinaps
dengan adanya respon yang terus terjadi pada
postsinaps.
6b. Mekanisme umpan baliknya memperkuat sinaps.

Setelah mengetahui mekanisme dari STM dan LTM berikut akan diberikan beberapa jenis memori lain dan letaknya dalam otak.

1. Memori deklaratif2

Memori untuk mengingat “apa”, apakah itu orang, benda, fakta, kejadian yang biasanya terjadi hanya satu kali pengalaman saja dan ingatan tersebut dapat ditampilkan kembali. Letak dari memori ini ada di hipocampus dan sistem limbik yang berhubungan.

Orang dengan lesi pada bagian ini akan mengalami gangguan ingatan yang sangat penting dalam hidup mereka. Penderita Alzheimer adalah contoh dari orang yang mengalami gangguan pada hipocampus dan bagian sistem limbik tertentu.

2. Memori Prosedural2

Memori untuk mengingat “bagaimana cara”, yaitu suatu prosedur dari tindakan yang dilakukan. Misalnya prosedur membuka pintu, menari, bermain musik. Artinya memori ini menyimpan kemampuan motorik (yang dilakukan berulang). Letak dari memori ini ada di serebelum dan sistem limbik yang berhubungan.

Lesi pada bagian ini mungkin dapat membuat orang tersebut hari ini dapat bermain piano dengan baik misalnya namun besok ia akan lupa bagaimana memainkannya (not-nya).

3. Memori Kerja2

Memori jenis ini menyimpan hal-hal yang lebih kompleks lagi untuk dilakukan. Semua hal yang mencakup perencanaan, prioritas, penyelesaian masalah, dan mengatur jadwal. Letak memori ini ada pada bagian korteks prefrontal. Bagian ini berhubungan dengan seluruh sensori di bagian otak yang berhubungan dengan hubungan neural. Oleh karena itu kemampuan intelegensia manusia dapat dilihat dari seberapa kuat kemampuan working memory-nya.

Jadi, begitulah secara singkat mekanisme memori yang kita miliki. Sungguh luar biasa Yang Menciptakannya. Terpujilah nama-Nya.

Memori Eksplisit3

Gambar 1 diambil dari Kandel, ER, JH Schwartz and TM Jessell (2000) Principles of Neural Science. New York: McGraw-Hill.

Pada penelitian yang dilakukan pada proses belajar, memori eksplisit dibentuk oleh kerjasama dari bagian-bagian otak yang ada pada bagian korteks serebral, yaitu prefrontal, sistem limbik, dan lobus parieto-oksipital-temporal. Kemudian informasi dikirim ke parahipocampus dan korteks perirhinal à korteks entorhinal à girus dentatus, hipocampus, subiculum dan kembali ke entorhinal, parahipocampus dan koteks perirhinal.

Dan memori yang terbentuk dapat hilang jika ada lesi yang terdapat pada bagian-bagian tadi. Lesi yang terparah apabila terjadi di parahipocampus, perirhinal, dan korteks entorhinal.

Gambar 2 diambil dari Kandel, ER, JH Schwartz and TM Jessell (2000) Principles of Neural Science. New York: McGraw-Hill

Hipocampus menjadi tempat dimana informasi diubah menjadi LTM. Setiap memori eksplisit dibentuk menurut empat hal berikut: encoding à consolidation à storage à retrieval

Satu pemikiran pada “Memori, memori, memori

  1. Hello Web Admin, I noticed that your On-Page SEO is is missing a few factors, for one you do not use all three H tags in your post, also I notice that you are not using bold or italics properly in your SEO optimization. On-Page SEO means more now than ever since the new Google update: Panda. No longer are backlinks and simply pinging or sending out a RSS feed the key to getting Google PageRank or Alexa Rankings, You now NEED On-Page SEO. So what is good On-Page SEO?First your keyword must appear in the title.Then it must appear in the URL.You have to optimize your keyword and make sure that it has a nice keyword density of 3-5% in your article with relevant LSI (Latent Semantic Indexing). Then you should spread all H1,H2,H3 tags in your article.Your Keyword should appear in your first paragraph and in the last sentence of the page. You should have relevant usage of Bold and italics of your keyword.There should be one internal link to a page on your blog and you should have one image with an alt tag that has your keyword….wait there’s even more Now what if i told you there was a simple WordPress plugin that does all the On-Page SEO, and automatically for you? That’s right AUTOMATICALLY, just watch this 4minute video for more information at. Seo Plugin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s