Sakit di punggung, ternyata batu ginjal.

Patofisiologi Kolik

Pendahuluan

Nyeri yang dirasakan oleh orang yang memiliki batu ginjal disebut dengan nyeri kolik. Kolik memiliki pengertian timbulnya nyeri abdomen yang paroksismal yang bersifat akut. Beberapa jenis kolik yang dikenal secara umum adalah apendikular kolik, biliarikolik, kolik batu empedu, gastrokolik, hepatikolik, infantil kolik, lead kolik, menstrual kolik, ovarian kolik, dan renal kolik.1 Dan di dalam pembahasan kali ini, akan dijelaskan mengenai patofisiologi dari kolik renalis.

Pembahasan

Kolik renalis terjadi pada bagian punggung tengah sebelah lateral di sudut kostovertebral dan terkadang di subkostalis. Nyeri dapat menjalar secara inferior dan anterior melewati daerah inguinal. Nyeri yang timbul terutama disebabkan oleh dilatasi, peregangan, dan spasme akibat dari obstruksi akut ureteral. Kolik pada renal biasanya bersifat konstan dan terkadang mirip dengan kolik pada intestinal yang bersifat intermiten dan pulsasif. Pola dari nyeri tergantung pada ambang nyeri, persepsi, kecepatan rangsang, serta derajat perubahan pada tekanan hidrostatik pada ureter proksimal dan pelvis renalis. Keparahan kolik renalis ditentukan oleh derajat dan lokasi dari obstruksi, tidak oleh ukuran batu.2

Nyeri dapat dirasakan lebih sakit saat batu bergerak menuruni ureter dibandingkan batu yang tidak bergerak. Obstruksi yang konstan dapat menstimulasi mekanisme autoregulasi dan refleks aliran balik pielolimfatik dan pielovena. Aliran balik tersebut akan mengurangi tekanan hidrostatik pelvis renalis ke ureter. Edema interstisial menyebabkan peregangan kapsul renalis, memperbesar ginjal dan meningkatkan aliran limfatik renalis. Edema juga meningkatkan reabsorpsi cairan yang juga akan berefek pada peningkatan aliran limfatik renal. Edema mengurangi densitas dari sel parenkim ginjal yang terkena pada pemeriksaan CT scan.2

Karena tersumbatnya saluran urin oleh batu ginjal, maka terjadi distensi pelvis renalis. Distensi ini akan menstimulasi hiperperistalsis ureter. Puncak dari tekanan hidrostatik pelvis renalis terjadi pada 2-5 jam setelah obstruksi total. Pada 90 menit awal, terjadi vasodilatasi dari arteriol aferen, yang akan meningkatkan aliran darah ke renal. Dan di antara 90 menit sampai 5 jam aliran darah akan terus berkurang selagi tekanan intraureteral meningkat. Setelah 5 jam, aliran darah dan tekanan intraluminal ureteral akan mulai berkurang.2

Pada obstruksi yang parsial, manifestasi di atas akan berjalan lebih lama, karena tekanan hidrostatik pada proksimal ureteral dan pelvis renalis berlangsung lebih lama.2,3

Persarafan

Serat saraf nyeri pada renalis yang terbanyak berasal dari saraf preganglionik simpatis yang melewati tulang belakang dari T-11 – L-2 melewati akar saraf dorsal. Transmisi nyeri di spinal melalui traktus asending spinotalamikus. Pada ureter bagian distal, sinyal nyeri akan didistribusikan ke saraf genitofemoral dan ilioinguinal. Saraf erigentes (preganglion, parasimpatis motorik ke genital) yang mempersarafi intramural ureter dan kandung kemih dapat berespon jika terdapat kalkulus (endapan kristal) di intramural ureter.2

Distribusi saraf

–          Bagian proksimal ureter dan pelvis renalis: nyeri yang berasal akibat batu yang terdapat di ureter proksimal akan menyebar ke bagian di antara iga dan ilium. Nyeri pada bagian ini juga dapat terjadi akibat manifestasi dari cholecystitis atau cholelithiasis di sebelah kanan; pankreatitis akut, ulkus pepetikum, dan gastritis di sebelah kiri.

–          Bagian tengah ureter: kalkulus yang terjadi pada bagian midureteral akan menyebar ke anterior dan kaudal. Nyeri pada bagian ini juga memiliki manifestasi yang sama dengan penyakit apendisitis di sebelah kanan dan divertikulitis di sebelah kiri.

Bagian distal ureter: nyeri yang berasal dari bagian distal ureter akan menyebar ke bagian inguinal atau testis pada laki-laki dan labia majora dari perempuan. Hal ini dikarenakan nyeri akan disampaikan ke saraf ilioinguinal dan genitofemoral. Jika batu terdapat di intramural ureter, gejala akan mirip seperti cystitis dan urethritis. Gejala ini meliputi nyeri suprapubik, frekuensi, urgensi berkemih, disuria, stranguria, nyeri di ujung penis dan terkadang gejala dari gastrointestinal seperti diare dan tenesmus. Gejala-gejala ini mirip dengan penyakit inflamasi pelvis, ruptur kista ovarium, atau nyeri saat menstruasi pada perempuan.2

Reseptor-reseptor dari nyeri kolik renalis terdapat pada saluran kemih atas. Letak reseptor-reseptor tersebut berada di lapisan submukosal dari pelvis renalis, kaliks, kapsul renal, dan ureter proksimal. Distensi akut pada kolik renalis lebih penting untuk diperhatikan dibandingkan dengan spasme, iritasi lokal, atau hiperperistalsis. Stimulasi dari kapsul renal peripelvis menyebabkan nyeri pada bagian antara iga dan ilium sedangkan stimulasi dari pelvis renalis dan kaliks menyebabkan nyeri kolik yang umum pada ginjal.2

Iritasi mukosa juga dapat bermanifestasi terhadap terjadinya kolik renalis meskipun kecil peranannya. Di ureter, peningkatan peristalsis pada bagian proksimal melalui aktivasi pacemaker ureteral intrinsik akan berpengaruh terhadap persepsi nyeri. Spasme otot, peningkatan peristalsis, inflamasi lokal, iritasi, dan edema pada lokasi obstruksi akan memperparah rasa nyeri melalui aktivasi kemoreseptor dan penekanan ujung saraf bebas di submukosa.2

Referensi

  1. Nuswantari D. Kamus saku kedokteran Dorland. Edisi ke-25. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. 1998. p. 242-3.
  2. Leslie SW. Nephrolitiasis, acute renal colic. [cited at 2010 March 30]. Available at: http://emedicine.medscape.com/article/456872-overview.
  3. Kumar, Abbas, Fausto. Robin’s and Cotran’s pathologic basis of disease. 7th ed. India: Elsevier. 2005.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s