Tips Latihan Menguatkan Jari

Posted: November 11, 2010 in music

Di video kali ini saya mau bagi-bagi tentang latihan yang sangat dasar dan mudah untuk menguatkan jari-jari tangan kiri.

nb: untuk melakukan latihan di atas teman-teman dapat menggunakan metronome atau jika tidak mempunyai metronome bisa di download di sini. Fokuslah pada latihan ini karena ini sangat baik untuk menguatkan jari tangan kiri kita. Selamat menikmati…

Tips Posisi Bermain Gitar Akustik

Posted: November 11, 2010 in music

Yap…teman-teman sekalian ini video rekaman tentang bagaimana posisi gitar yang nyaman dalam gitar. Tips ini tentunya sudah mengalami pengujian terlebih dahulu oleh saya. Dan saya merasa posisi tersebutlah yang nyaman buat saya untuk bermain gitar. Selamat menikmati dan semoga dapat menjadi inspirasi. ^^

nb: kalo ada yang mau memberi saran, masukan, ataupun kritik silahkan bebas saja. ^^ Enjoy it guys…

I’m Yours – Acoustic – Bobby

Posted: November 10, 2010 in music

More Than Words – Acoustic

Posted: November 10, 2010 in music

Khasiat Puyer Bintang Toedjoe?

Posted: September 29, 2010 in medical

Pendahuluan

Obat puyer bintang ’toedjoe’ banyak dipakai oleh masyarakat dulu dan sekarang. Obat ini merupakan obat analgesik (bersifat meredakan nyeri). Komposisi bahan yang terdapat pada obat ini adalah Acidum Acetylsalicylicum 50 mg, Acetaminophenum 275 mg, Coffeinum 50 mg di dalam tiap 1 gram obat. Bahan-bahan tersebut dicampur menjadi satu dalam bentuk serbuk (puyer).

Penjelasan

a. Asam Asetil Salisilat1

Obat yang dikenal sebagai asetosal atau aspirin ini adalah obat analgesik antipiretik dan antiinflamasi yang luas digunakan dan digolongkan dalam obat bebas. Asam salisilat sangat iritatif.

Farmakodinamik

Efek yang paling sering terjadi adalah induksi ulkus peptikum yang kadang-kadang disertai anemia akibat perdarahan saluran cerna. Dua mekanisme terjadinya iritasi lambung adalah iritasi yang bersifat lokal yang menimbulkan difusi kembali asam lambung ke mukosa dan menyebabkan kerusakan jaringan; iritasi atau perdarahan lambung yang bersifat sistemik melalui hambatan biosintesis PGE2 dan PGI1. Kedua prostaglandin ini banyak ditemukan di mukosa lambung dengan fungsi menghambat sekresi asam lambung dan merangsang sekresi mukus yang bersifat sitoprotektif. Dan pada dosis yang tinggi dapat mengakibatkan kelainan pada lambung dan peradangan pada lambung.

Efek samping juga dapat ditemukan pada hati dan ginjal. Toksik salisilat ini lebih berkaitan dengan dosis bukan akibat reaksi imun. Gejala yang sering terlihat hanya kenaikan SGOT dan SGPT, beberapa dapat mengalami hepatomegali, anoreksia, mual dan ikterus. Bila terjadi ikterus pemberian aspirin harus dihentikan karena dapat terjadi nekrosis hati yang fatal. Oleh sebab itu aspirin tidak dianjurkan diberikan pada pasien penyakit hati kronik. Salisilat juga dapat menurunkan fungsi ginjal pada orang dengan hipovolemia dan gagal jantung.

Farmakokinetik

Pada pemberian oral, sebagian salisilat diabsorpsi dengan cepat dalam bentuk utuh di lambung, tetapi sebagian besar di usus halus bagian atas. Kecepatan absorpsi tergantung dari kecepatan disintegrasi dan disolusi tablet, pH permukaan mukosa dan waktu pengosongan lambung.

Setelah diabsorpsi, salisilat segera menyebar ke seluruh jaringan tubuh dan cairan transeluler. Obat ini mudah menembus sawar darah otak dan sawar uri. Kira-kira 80-90% salisilat plasma terikat degan albumin. Aspirin diserap dalam bentuk utuh, dihidrolisis menjadi asam salisilat terutama dalam hati, sehingga hanya kira-kira 30 menit terdapat dalam plasma. Biotransformasi salisilat terjadi di banyak jaringan, namun terutama di mikrosom dan mitokondria hati.

Efek Samping

Obat jenis ini sering digunakan untuk mengobati keluhan-keluhan ringan dan karena itu sering terjadi penyalahgunaan obat jenis ini. Keracunan umumnya ringan namun dapat mencapai kematian jika keracunan berat.

Efek samping lain yang dapat terjadi oleh pemakaian asam asetil salisilat dalam pemakaian dosis tinggi selain pada saluran cerna adalah nyeri kepala, pusing, tinitus, gangguan pendengaran, penglihatan kabur, rasa bingung, lemas, rasa kantuk, banyak keringat, haus, mual, muntah dan kadang-kadang diare. Pada pemberian dengan dosis toksik obat antiinflamasi ini dapat menyebabkan hepatitis fulminans.

Obat ini juga dapat menghambat agregasi trombosit dan memperpanjang waktu perdarahan pada orang sehat. Pada beberapa kasus, pemberian aspirin pada anak-anak dapat menyebabkan sindromReye.

b. Acetaminofen2

Asetaminofen adalah obat derivat para amino fenol bersama dengan fenasetin. Asetaminofen merupakan metabolit fenasetin dengan efek antipiretik yang sama. Efek antipiretik ditimbulkan oleh gugus aminobenzen. Saat ini yang lebih sering digunakan adalah asetaminofen daripada fenasetin. Hal ini dikarenakan sifat fenasetin yang menyebabkan analgesik nefropati, anemia hemolitik, dan mungkin kanker kandung kemih. Asetaminofen juga dikenal dengan nama parasetamol dan tersedia sebagai obat bebas. Perlu diperhatikan bahwa takaran berlebihan dapat berakibat fatal terhadap kerusakan hati. Dan yang penting diketahui bahwa efek anti-inflamasi dari asetaminofen hampir tidak ada.

Farmakodinamik

Efek analgesik parasetamol serupa dengan salisilat yaitu menghilangkan atau mengurangi nyeri ringan sampai sedang. Keduanya menurunkan suhu tubuh dengan mekanisme yang diduga juga berdasarkan efek sentral seperti salisilat. Efek antiinflamasinya sangat lemah, oleh karena itu parasetamol tidak digunakan sebagai antireumatik. Parasetamol merupakan penghambat biosintesis prostaglandin yang lemah. Efek iritasi, erosi dan perdarahan lambung tidak terlihat pada asetaminofen, demikian juga pada gangguan pernapasan dan keseimbangan asama basa.

Farmakokinetik

Asetaminofen diabsorpsi cepat dan sempurna melalui saluran cerna. Konsentrasi tertinggi dalam plasma di capai dalam waktu setengah jam dan masa paruh plasma antara 1-3 jam. Obat ini tersebar ke seluruh cairan tubuh. Dalam plasma, 25% asetaminofen terikat protein plasma. Obat ini dimetabolisme oleh enzim mikrosom hati. Sebagian asetaminofen (80%) dikonjugasi dengan asam glukuronat dan sebagian kecil lainnya dengan asam sulfat. Selain itu obat ini juga dapat mengalami hidroksilasi. Metabolit dari hasil hidroksilasi ini dapat menimbulkan methemoglobinemia dan hemolisis eritrosit. Obat ini diekskresi melalui ginjal, sebagian kecil sebagai asetaminofen (3%) dan sebagian besar dalam bentuk terkonjugasi.

Efek Samping

Manifestasi dari reaksi alergi terhadap obat ini adalah eritema atau urtikaria dan gejala yang lebih berat berupa demam dan lesi pada mukosa. Akibat dosis toksik yang paling serius adalah nekrosis hati. Hepatotoksisitas dapat terjadi pada pemberian dosis tunggal 10-15 gram (200-250 mg/kgB) asetaminofen. Anoreksia, mual, muntah dan sakit perut terjadi dalam 24 jam pertama dan dapat berlangsung selam seminggu atau lebih. Gangguan hepar juga dapat terlihat dengan peningkatan aktivitas serum transaminase, laktat dehidrogenase, kadar bilirubin serum serta pemanjangan masa protrombin. Aktivitas alkali fosfatase dan kadar albumin serum tetap normal. Kerusakan hati dapat mengakibatkan ensefalopati, koma dan kematian.

Masa paruh lebih dari 4 jam dapat menjadi petunjuk terjadinya nekrosis hati dan masa paruh lebih dari 12 jam dapat memprediksi akan terjadinya koma hepatik. Kerusakan hati tidak hanya disebabkan oleh asetaminofen saja. Faktor-faktor lain juga turut memperparah efek toksisitasnya, misalnya radikal bebas yang sangat reaktif berikatan dengan makromolekul sel hati, pasien yang juga mendapat barbiturat, antikonvulsi lain atau pada alkoholik yang kronis.

c. Kafein3

Kafein adalah derivat xantin bersama dengan teofilin dan teobromin. Ketiganya adalah alkaloid yang terdapat dalam tumbuhan. Kafein terdapat dalam kopi yang didapat dari biji Coffee, teh dari daun Thea sinensis mengandung kafein dan teofilin, cocao yang didapat dari biji Theobroma cacao mengandung kafein dan teobromin. Kafein berefek stimulasi.

Farmakodinamik

Obat golongan ini memiliki efek sebagai relaksan otot polos, terutama otot polos bronkus, merangsang SSP, otot jantung dan meningkatkan diuresis. Kerja obat ini terhadap tubuh juga melibatkan banyak sistem. Pada SSP, kafein merangsang medula oblongata yang merupakan pusat napas. Kafein dan teofilin dapat menimbulkan mual dan muntah melalui efek sentral maupun perifer. Muntah akibat teofilin terjadi bila kadarnya dalam plasma melebihi 15 µg/ml.

Kadar yang tinggi kafein dan teofilin juga merangsang sistem kardiovaskuler dan akibatnya denyut jantung menjadi cepat atau bahkan pada beberapa kasus menyebabkan aritmia pada jantung. Pada sistem pencernaan kafein menstimulasi sekresi asam lambung dan enzim pencernaan. Pada ginjal metilxantin, khususnya teofilin tidak memiliki efek diuretik yang kuat. Efeknya dapat berasal dari peningkatan filtrasi oleh glomerulus dan reabsorpsi natrium yang rendah pada tubulus ginjal. Pada otot polos, sangat berguna bagi penderita asma, dan dapat sebagai bronkodilator. Sedangkan pada otot rangka berkaitan dengan kerja otot polos. Kafein dan teofilin dapat memperbaiki ventilasi dan mengurangi sesak napas sehingga oksigen dapat ditransfer ke otot.

Farmakokinetik

Metilxantin cepat diabsorpsi setelah pemberian oral, rektal, atau parenteral. Sediaan cair atau tablet akan diabsorpsi secara lengkap. Dalam keadaan perut kosong, sediaan teofilin bentuk cair atau tablet tidak bersalut dapat menghasilkan kadar puncak plasma dalam waktu 2 jam, sedangkan kafein dalam waktu 1 jam. Jika ada makanan akan memperlambat penyerapan obat ini. Pada ibu yang mengandung metilxantin didistribusikan ke seluruh tubuh, melewati plasenta dan masuk ke air susu ibu. Volume distribusi kafein dan teofilin adalah antara 400-600 ml/kg dan pada bayi prematur nilai ini lebih tinggi. Eliminasi metilxantin terutama melalui metabolisme dalam hati. Sebagian besar diekskresi bersam urin dalam bentuk asam metilurat atau metilxantin. Kurang dari 20% teofilin dan 5% kafein akan ditemukan di urin dalam bentuk utuh. Waktu paruh plasma kafein antara 3-7 jam, nilai ini akan menjadi 2 kali lipat pada wanita hamil tua atau wanita yang menggunakan pil kontrasepsi jangka panjang. Pada bayi prematur kecepatan eliminasi teofilin dan kafein sangat menurun, waktu paruh kafein rata-rata 50 jam, sedangkan teofilin antara 20-36 jam.

Efek Samping

Pada manusia, kematian akibat keracunan kafein jarang terjadi. Gejala yang biasa paling mencolok pada penggunaan dosis tinggi adalah muntah dan kejang. Gejala permulaan berupa sukar tidur, gelisah dan eksitasi yang dapat berkembangmenjadi delirium ringan. Gangguan sensoris berupa tinitus dan kilatan cahaya sering dijumpai. Otot rangka menjadi tegang dan ekstrasistol, sedangkan pernapasan menjadi lebih cepat. Kadar kafein dalam darah pasca kematian ditemukan antara 80 µg/ml sampai lebih dari 1 mg/ml.

Referensi

  1. Wilmana PF, Gan S. Analgesik-antipiretik, analgesik anti-inflamasi nonsteroid, dan obat gangguan sendi lainnya. In: Gunawan SG, Setiabudy R, Nafrialdi, Elysabeth. Farmakologi dan terapi. 5th ed. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. 2007. p. 230-9.
  2. Louisa M, Dewoto HR. Perangsang sususan saraf pusat. Gunawan SG, Setiabudy R, Nafrialdi, Elysabeth. Farmakologi dan terapi. 5th ed. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. 2007. p. 252-8.

Tidak terasa sudah sejak pertama sekali saya memiliki gitar saya ini. Dan dalam seminggu, tiada hari tanpa berduaan bersamanya. Gitar ini sudah menambah banyak pengalaman saya di dalam bermusik. Selama saya belajar bermain gitar saya tidak pernah belajar secara formal. Metode belajar saya hanyalah melihat orang bermain baik dari video di web ataupun secara langsung dan sesekali “curi-curi ilmu”. Hehehe…

My Love C-315

Dalam tulisan kali ini saya ingin berbagi pengalaman tentang bagaimana memperkuat jari tangan kiri saat membuat chord gitar ataupun membuat melodi (bermain scale). Dalam tahun-tahun saya belajar gitar sejak SMA saya selalu menggunakan latihan ini. Cara latihan tersebut adalah dengan menggunakan karet gelang. Kedengaran aneh? Ya, kata orang-orang memang saya orang yang cukup aneh juga. Hehehe… Namun, latihan ini sangat efektif. Bahkan di saat kita sedang tidak bersama dengan gitar kesayangan kita tetap bisa berlatih. ^^

Berikut cara melatih kekuatan jari tangan:

1. Sediakan beberapa buah karet gelang.

2. Ikatkan karet gelang pada jari-jari tangan dengan cara seperti ini.

3. Gerak-gerakkan jari mulai dari kelingking ke arah kita atau sebaliknya telunjuk terlebih dahulu ke arah kita.

4. Lakukan maksimal 2 menit saja. Setelah itu istirahat selama 3 menit. (Karena jaringan di jari bisa rusak akibat nekrosis jika dipakai dalam waktu yang lama).

5. Jika dengan satu karet gelang sudah merasa mantap, tambahkan menjadi dua, tiga, empat, karet gelang sesuai dengan kemampuan jari tangan. Tetap ingat maksimal 2 menit. (Pengalaman, lebih dari 2 menit akan terasa sakit).

6. Jika ingin menambah variasi (saat ada gitar) lakukan latihan penjarian pada gitar dengan jari ditambah karet gelang.

7. Variasi lain bisa dengan memainkan lagu dengan karet gelang juga pada tangan kiri seperti ini.

8. Saat mempraktikkannya di gitar pasti akan terasa berat. Tapi dalam waktu yang lebih singkat (dari biasanya tanpa ada beban) jari bisa bertambah lebih kuat dan dapat menjangkau fret yang lebih jauh pada posisi chord yang diikuti melodi yang tinggi dan butuh jangkauan yang jauh dari jari kelingking misalnya.

9. Cara ini mungkin kedengaran aneh, tapi percaya jari bisa lebih cepat beradaptasi nantinya dengan ‘tense-tense’ pada chord tertentu.

10. Selamat mencoba dan ingat maksimal hanya 2 menit. Gunakan metronome untuk lebih teratur pada saat melakukan latihan penjarian. ^^

Banyak di antara kita yang mungkin mengeluhkan sulit untuk mensinkronisasikan antara jari tangan kanan dan kiri saat bermain gitar (khususnya gitar klasik). Kesalahan yang sering muncul adalah jari tangan kanan ngebut dibandingkan tangan kiri (tangan kiri selalu terlambat) ataupun sebaliknya ketika tangan kiri sudah siap dengan notnya, tangan kanan masih meraba-raba.

Bagi para pemain gitar yang masih baru-baru belajar, sangat dianjurkan untuk melakukan latihan ‘fingering’. Latihan ini merupakan latihan untuk mendapatkan jari tangan kiri yang kuat dan rileks ketika memainkan gitar. Mungkin latihan ini terdengar sangat membosankan karena terlalu sederhananya kali ya. Tapi percayalah latihan ini sangat berguna ke depannya. Dari teknik ini kecepatan dan ketepatan bermain juga dapat diperoleh.

Tanpa berpanjang lebar lagi, bagaimana cara melakukan latihannya adalah sebagai berikut.

1. Persiapan (sebuah gitar, metronome (kalau tidak punya dapat di-download di sini).

2. Posisi memegang gitar sangat krusial. Banyak orang yang asal saja memposisikan gitarnya. Berikut ini posisi yang baik dalam memegang gitar ketika bermain.

Posisi yang baik

Note: a. Perhatikan kaki kirinya, pada gambar di atas gitaris tersebut menggunakan pijakan untuk sedikit mengangkat kakinya. Hal ini dilakukan agar neck gitar (yang mempunyai fret-fret) berada pada posisi yang nyaman bagi gitaris untuk dijangkau, khususnya pada fret yang tinggi).

b. Kemudian perhatikan lekukan gitar bagian bawah. Lekukan ini diletakkan di atas pangkuan kaki kiri, dan kaki kanan memfiksasikan gitar pada bagian punggung gitar. Pada posisi ini, ketika tangan kiri di lepaskan gitar berada dalam posisi diam. Perhatikan juga tinggi head gitar jika kita melihat ke arah kiri harus sejajar dengan mata.

c. Perhatikan lengan kanan gitaris di atas. Lengan atasnya diletakkan di atas gitar sejajar dengan bridge gitarnya dan tangan kanannya membentuk sudut kira-kira 90 derajat. Pada posisi ini jari-jari tangan kanan tepat berada di senar dan rileks.

d. Perhatikan lengan kiri gitaris di atas. Lengan kirinya lurus ke bawah dan tangan kirinya diangkat menekan fret gitar dengan rileks. Cara melakukannya adalah ketika a, b, c sudah oke, maka lengan kiri kamu jatuhkan ke bawah (rileks saja) kemudian angkat perlahan tegak lurus memegang neck gitar. (tangan kiri harus membentuk celah jika dilihat dari samping, dan jempol tidak boleh terlihat jika dilihat dari depan)

Jempol tangan kiri tidak boleh terlihat (jika dilihat dari depan)
Perhatikan bentuk tangan kiri ini (sudut pergelangan tangan dan ada celah antara telapak tangan dan neck gitar)

Jika posisi ini sudah kamu dapatkan maka kita siap untuk melatih tangan kanan dan kiri.

3. Siapkan metronome, dan set pada tempo yang kamu anggap mudah (pada kali ini kita ambil 60 beat per minute).

4. Ikuti suara metronome tadi dan mainkan not-not berikut. (ingat, jangan terlalu ingin mendapat kecepatan dalam bermain. Bermain lambat dan tepat terlebih dahulu sangat baik daripada cepat dan bersalahan not yang dimainkan). Jari tangan kanan yang dipakai 2 jari untuk saat ini (telunjuk (i) dan jari tengah (m)). Bunyikan not bergantian dengan kedua jari tangan kanan tersebut. (jika sudah mahir bisa berpasangan antara telunjuk dan manis, tengah dan manis).

Mainkan not-not berikut sampai dengan fret ke-12

5. Cara memainkan not-not di atas adalah tempatkan jari-jari tangan kiri sesuai dengan fret pada tab di atas. Dan ingat ketika akan memainkan not naik (dari senar 6 menuju senar 1) jangan lepaskan jari yang sudah menekan fret sebelumnya. Ketika akan memainkan not turun (dari senar 1 menuju senar 6) lepaskan jari sebelumnya dan bebas dari senar agar mendapat suara yang jernih.

6. Mainkan dengan lambat saja terlebih dahulu. Tingkatkan tempo jika kamu sudah merasa nyaman dan not yang dipetik sudah jernih terdengar. Naikkan perlahan-lahan.

7. Latih gerakan ini 30 menit perhari dan catat dalam satu hari tersebut berapa tempo maksimum yang sudah kamu bisa mainkan.

8. Jangan mudah menyerah. Saya akui latihan ini sangat membosankan, tapi percayalah setelah kamu berhasil melewati tahap ini, kamu akan mendapatkan jari yang lebih kuat namun rileks dan tepat dalam menekan senar di fret. Dan ketika memainkan lagu-lagu, jari-jari kamu lebih nyaman untuk berpindah dan ditambah kamu bisa menjaga tempo melalui latihan ini.

9. Selamat mencoba latihan di atas. ^^